Strategi Pembelajaran
STRATEGI PEMBELAJARAN
Kita pasti pernah atau bahkan mungkin sering mendengar kata strategi pembelajaran. Tapi apa sih itu strategi apa sih itu pembelajaran. Nah kita akan membahasnya disini.
Pentengin terus ya...
Menurut jurnal yang telah saya baca mengenai strategi pembelajaran. Didalam jurnal tersebut banyak sekali pengertian mengenai strategi pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli. Namun saya dapat menarik kesimpulannya agar menjadi lebih mudah. Jadi, pembelajaran itu merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik upaya menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar.
Kegiatan belajar hanya bisa berhasil jika peserta didik belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Pembelajaran merupakan bentuk pengalaman. Pengalaman pada dasarnya adalah kehidupan melalui situasi yang nyata dengan tujuantertentu, pembelajaran merupakan bentuk interaksi individu dengan lingkungannya, sehingga banyak memberikan pengalaman dari situasi nyata.
Nah, sedang strategi itu merupakan siasat. Yang mana siasat ini dilaksanakan guna mencapai suatu tujuan. Namun apabila digabungkan dengan kata pembelajaran (strategi pembelajaran) dapat dipahami sebagai suatu cara atau seperangkat cara atau teknik yang dilakukan oleh seorang guru atau peserta didik dalam mengupayakan terjadinya suatu perubahan tingkah laku atau sikap.
Strategi pembelajaran menurut konstruktivistik menekankan penggunaan pengetahuan secara bermakna, urutan pembelajaran mengikuti pandangan peserta didik, dan menekankan proses, serta aktivitas belajar dalam konteks nyata, bukan mengikuti urutan dalam buku teks.
Akan tetapi seperti yang kita ketahui realitasnya, pembelajaran di sekolah masih banyak guru yang menggunakan strategi pembelajaran untuk menghabiskan materi pembelajaran sehingga kurang memberi makna bagi peserta didik. Oleh karena itu, agar aktivitas pembelajaran mampu memberikan makna bagi peserta didik yang belajar, guru perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan peserta didik sehari-hari.
Contoh misalnya seperti ini, seorang guru SD yang mengajar mata pelajaran bahasa inggris dituntut untuk memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memadai dan memiliki berbagai keterampilan dalam menyajikan materi pelajaran Bahasa Inggris secara baik agar apa? Agar pelajaran yang diajarkan tersebut tersampaikan dengan baik dan peserta didik mengerti & paham apa yang dimaksud.
Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar dan baik guru SD hendaknya kreatif dalam menyiapkan dan mengelola kegiatan pembelajaran, memilih dan memanfaatkan media pembelajaran yang ada di sekitar peserta didik, menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif (merangsang, menantang dan menyenangkan), mendorong peserta didik berperan secara aktif. Nah seorang guru bisa menggunakan strategi pembelajaran dalam pembelajaran ini yaitu pendekatan komunikatif dengan strategi pembelajaran tematik.
Tentunya dalam menerapkan strategi pembelajaran, ada beberapa komponen yang harus diperhatikan agar dalam kegiatan pembelajaran dapat mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. Seperti Pendapat Dick and Carey, menyebutkan 5 komponen umum strategi pembelajaran yakni: (a) kegiatan pembelajaran pendahuluan, (b) penyampaian informasi, (c) partisipasi peserta didik, (d) tes, dan (e) kegiatan tindak lanjut (Suparman,2004).
Didalam jurnal tersebut juga dikatakan bahwasannya strategi pembelajaran terdiri dari lima komponen utama, yaitu: (a) urutan kegiatan pembelajaran, (b) metode, (c) media, dan (d) waktu (Suparman, 2004).
Disampaikan pula dalam jurnal tersebut beberapa kriteria yang dapat digunakan dalam memilih strategi pembelajaran, yaitu sebagai berikut:
Berorientasi pada tujuan Pembelajaran
Misalnya peserta didik mampu menyusun bagan analisis instruksional. Maka strategi pembelajaran yang paling efektif adalah metode pemberian tugas danlatihan praktik langsung.
Pilih metode dan teknik pembelajaran yang sesuai dengan keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki peserta didik saat bekerja nanti. Misalnya kompetensi dasarnya, peserta didik mampu memprogram data computer. Dengan demikian metode yang paling tepat adalah praktikum, analisis kasus atau pemecahan masalah.
Gunakan media pembelajaran yang sebanyak dan sevariasi mungkin untuk memberikan rangsangan pada semua indra peserta didik. Misalnya salah satu cara yang khusus digunakan untuk mengetahui kebutuhan jenis media dan bahan belajar dalam suatu kurikulum yaitu melalui identifikasi kurikulum. Dari kegiatan identifikasi ini akan diketahui materi mana yang membutuhkan media video dan materi mana yang membutuhkan media dan baha belajar lain untuk mencapai kompetensinya.
Pemilihan strategi pembelajaran yang efektif merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru. Oleh karena itu, pelilihan strategi pembelajaran harus memperhatikan kriteria, yaitu:
Kesesuaian strategi pembelajaran dengan tujuan atau kompetensi, maksudnya setiap tujuan apakah masuk dalam kawasan koknitif,afektif, psikomotor.
Kesesuaian strategi pembelajaran dengan jenis pengetahuan.
Kesesuaian strategi pembelajaran dengan sasaran, misalnya siapakah peserta didik yang akan menggunakan strategi pembelajaran, bagaimana karakteristiknya, berapa jumlahnya, bagaimana latar belakang pendidikan, sosial ekonominya,bagaimana motivasi, minat dan gaya belajarnya.
Biaya, penggunaan strategi pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Apa artinya bila menimbulkan pemborosan
Kemampuan strategi pembelajaran,untuk belajar individual (belajar mandiri), kelompok kecil (kooperatif,kolaboratif, dll), kelompok besar atau klasikal (konvensional).
Waktu, berapa lama waktu yang diperlukan untuk melaksanaakan strategi pembelajaran yang dipilih, berapa lama waktu yang tersedia untuk menyajikan materi tersebut,dan sebagainya.
Nah teman-teman pentingnya strategi pembelajaran adalah untuk menentukan semua langkah dan kegiatan yang perlu dilakukan, sehingga dapat memberi pengalaman belajar kepada peserta didik.
Jadi strategi pembelajaran adalah keputusan guru dalam menetapkan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan, sarana dan prasarana yang akan digunakan, termasuk jenis media yang digunakan, materi yang diberikan, dan metodologi yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Diharapkan peserta didi dapat mendapatkan pengalaman yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Dengan kata lain, strategi pembelajaran adalah suatu kondisi yang diciptakan oleh guru (seperti metode, sarana dan prasarana, materi, media, dansebagainya) agar peserta didik difasilitasi(dipermudah) dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.
Pemilihan strategi pembelajaran pada dasarnya membandingkan antara satu jenis strategi pembelajaran dengan jenis strategi pembelajaran yang lain berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria,tolok ukur atau standar adalah sesuatu ukuran yang digunakan sebagai patokan atau batas minimal untuk memilih sesuatu. Oleh karena itu, setiap pemilihan strategi pembelajaran diperlukan kriteria sebagai acuan atau patokan.
Selain urutan kegiatan pembelajaran guru perlu menentukan metode pembelajaran dan alat atau media pembelajaran yang digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran. Dengan demikian, metode pembelajaran berfungsi sebagai cara dalam menyajikan (menguraikan,memberi contoh, dan memberi latihan) isi pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan/kompetensi tertentu. Namun, perlu diingat bahwa tidak setiap metode sesuai untuk mencapai tujuan/kompetensi tertentu. Oleh karena itu,beberapa metode yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran, adalah metode ceramah (lecture), metode demonstrasi, metode penampilan atau praktik, metode diskusi, metode pemberian tugas/latihan, simulasi,dan sebagainya.
Selain metode pembelajaran, langkah selanjutnya yang harus dilakukan ádalah menentukan alat atau media pembelajaran. Media adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dari pengirim kepada penerima pesan. Media dapat berupa alat-alat elektronik, gambar, buku, model dan sebagainya.
Ada beberapa pengelompokan media pembelajaranyang dilakukan, seperti pengelompokan kedalam: (a) media cetak dan non-cetak, (b) media elektronik dan non-elektronik, (c) media projected dan non-projected, dan (d) media tradisional dan modern.
Media pembelajaran dapat juga dibedakan dari yang sudah jarang dipergunakan sampai dengan jenis media yang paling banyak digunakansecara luas, yaitu: (1) foto/gambar, (2) sketsa, (3) diagram, (4) bagan (chart),(5) grafik (graphs), (6) kartun, (7)poster, (8) peta dan globe, (9) papan planel (flannel board), (10) papan buletin (bulletin board), (11)transparansi (OHP), (12) slide (film bingkai), (13) film, (14) audio atau radio, (15) video (VCD) atau TV, (16)komputer, dan (17) internet (Sadiman,dkk., 1986).
STRATEGI PEMBELAJARAN DAN IMPLIKASINYA PADA PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN. Oleh Bambang Warsita
Komentar
Posting Komentar